Setelah menjelang pemilu bulan April 2014 lalu saya memuat tulisan berisi nasihat dari para ulama bagi kaum muslim ketika menghadapi pesta demokrasi yang cukup menghebohkan (silahkan baca disini) kini nampaknya saya harus sedikit ikut serta dalam hiruk-pikuknya pilpres 2014 yang akan datang. Sudah sering kita dengar berita tentang pilpres ini dimana-mana mulai dari yang level baik sampai yang level diluar baikūüôā, apalagi dengan berkembangnya kemampuan melek internet rakyat Indonesia sehingga lebih memudahkan menyebarkan berita kesana dan kesini.

Pilpres! mau kemana jalanmu wahai sobat?

Untuk hal ini, dalam konteks pilpres yang akan datang, saya lebih memilih mengikuti anjuran dan nasehat dari salah satu ulama idola ane yaitu Dr. Muhammad Arifin Badri, bagi yang belum tahu siapa ustadz yang satu ini kalian bisa mencarinya di internet, gampang kok hehe… Ustadz satu ini sejak pelantikan 2 capres dan cawapres di fanpage Facebooknya sangat gencar menggembosi salah satu kandidat dan mendukung habis kandidat lainnya, sebelumnya saya tidak mau berburuk sangka dengan menganggap beliau mungkin saja timses atau orang bayaran dari capres tertentu melihat bagaimana¬†sikapnya beberapa bulan¬†ini, tapi semoga ini adalah pilihan yang tepat karena¬†saya juga sering mengikuti kajiannya hingga bisa mengerti bagaimana akidahnya selama ini dan semoga sampai nanti kita semua berada di jalan yang lurus yang diberkahi oleh Allah Azza wa Jalla.

Kita semua¬†tahu kalau para ulama dalam menyiarkan nasehat atau fatwa atau hal lainnya yang berhubungan dengan kemaslahatan umat selalu berijtihad di atas dalil selama dalil itu benar dan shahih, disini Ustadz Arifin Badri nampaknya memilih menyiarkan nasehat baik tentang bagaimana harusnya sikap umat islam Indonesia menghadapi pilpres yang akan datang dengan mengutamakan kemaslahatan yang lebih banyak untuk umat daripada kemadharatan, yang tentunya sikap¬†ini agak sedikit berbeda dengan kebanyakan orang¬†lainnya, beliau sangat terang-terangan, menusuk dan terkesan menghabisi pihak capres yang “itu”, tapi jika kita mau merenung, menelaah dan pelajari maksudnya, umat islam tentu maklum dengan sikap Ustadz tersebut.¬†Disini kapasitas saya bukan berarti tahu benar ajaran agama saya karena saya juga sedang susah payah mempelajarinya, tapi kita pasti¬†setuju kalau ulama adalah penerus Nabi Muhammad¬†SAW jadi ada baiknya kita masukkan referensi dari para ulama jika memang itu tidak keluar dari syariat agama.

Semoga umat islam di seluruh dunia selalu dalam lindungan Allah Azza wa Jalla selalu sehingga mampu menciptakan kehidupan dan lingkungan yang baik yang sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.