Buat para gibol (gila bola) pasti punya yang namanya pemain favorit atau idola di lapangan hijau, dan hak mereka juga para gibol jika ternyata punya idola yang menurut kita para gibol lainnya tidak pantas untuk diidolakan. setiap pemain bola atau selebritis lapangan hijau punya kelebihan dan kekurangan masing – masing jadi sudah sewajarnya kita saling menghormati kesenangan masing – masing🙂.

Kali ini kita coba membahas beberapa pemain yang pantas dimasukkan dalam kategori “best player goes to champion” yang bisa juga dibilang pemain terbaik yang membawa timnya jadi juara “sendirian“, maap – maap nih ye sebelumnya kalo penulis buat istilah baru tapi ini murni hasil kelakar penulis kalaupun ada yang salah mohon dikoreksi🙂, oke sekarang mari kita lihat daftar pemain sepakbola yang krusial buat timnya dan fenomenal di jamannya (maaf jika redaksi tidak menulis tentang Pele, Eusebio, Alfredo Di Stefano dll, karena memang menginginkan pembahasan tentang era sepakbola modern).

  • Cristiano Ronaldo

UEFA Champions League Cristiano Ronaldo MU

Cristiano Ronaldo dikenal karena kemampuan olah bolanya yang tak biasa plus wajahnya yang “menjual”, di musim 2007 – 2008 CR7, begitu julukannya menjadi aktor utama buat MU, Sir Alex mampu mengeluarkan potensi hebatnya menjadi predator kotak penalti yang paling berbahaya mengingat posisi asli CR7 adalah winger tapi di musim tersebut CR7 benar – benar menggila dengan torehan 42 gol selama semusim di semua kompetisi dan diakhiri dengan menjuarai Liga Champions setelah beberapa hari sebelumnya sudah mengamankan titel Premiere League.

  • Lionel Messi

Messi Versus Rooney

Siapa tak kenal Leo Messi? setiap orang di dunia pasti setidaknya pernah mendengar nama ini, dimana mana ada obrolan sepakbola pasti tidak lupa untuk membicarakan bocah ajaib ini, menjalani debut di tim utama Barcelona di umur 17 tahun dan beberapa tahun ke depan sudah mampu menyingkirkan Ronaldinho sebagai protagonis utama Barcelona.

Di musim 2010 – 2011 Barcelona sudah jadi tim sangat kuat namun Leo malah menahbiskan dirinya sebagai pemain bola paling spektakuler sejagad raya, di musim itu dia mencatatkan 53 gol di semua kompetisi plus semua “keajaibannya” di arena Liga Champion, dia mengakhiri musim dengan mencetak gol di final Liga Champion melawan MU yang berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan Barcelona yang kemudian menjadi juara Liga Champion keempat kalinya.

  • Franz Beckenbauer

Franz Beckenbauer libero modern

Orang jerman ini sangat dihormati di negaranya, dengan kontribusi besarnya sebagai orang paling berpengaruh dalam sepakbola jerman, Franz Beckenbauer berhasil mengantarkan Jerman menjadi kampium dunia ketika dia berkarir sebagai pemain maupun pelatih. kepemimpinan, filosofi dan karakter bermainnya benar – benar sebuah terobosan dalam dunia taktik sepakbola.

Kepemimpinannya di Piala Dunia 1974 membuat Jerman Barat waktu itu menjadi tim paling kuat sepanjang turnamen padahal di sisi lain ada Johan Cruyff di tim Belanda yang beraksi hebat dengan gaya pola permainan fenomenal yaitu “Total Football“. dan panggung besar itupun terjadi di final ketika Jerman Barat menghadapi Belanda, Der Kaiser membungkam habis pola permainan Belanda dan membuat Johan Cruyff tak berkutik sama sekali, pertandingan pun berakhir dengn skor 2-1 untuk kemenangan Jerman Barat yang akhirnya merengkuh tropi Jules Rimet yang ke 2 kalinya.

  • Zinedine Zidane

Zidane Cannavaro duel

Pemain sepakbola paling menginspirasi di jamannya adalah Zinedine Zidane, playmaker paling bervisi di jamannya adalah Zinedine Zidane, Zinedine Zidane adalah gabungan gaya playmaker klasik dan modern dan dia membuktikan itu ketika membela timnas Perancis sepanjang 1996 – 2006, di turnamen Piala dunia 1998 yang kebetulan diadakan di Perancis Zidane bermain tak terbendung, visi dan skill yang diperlihatkan sepanjang turnamen membuat dia dicatat sebagai seorang pesepakbola flamboyan yang punya daya pandang jauh kedepan.

Di final bahkan tak ada yang menduga timnas Perancis yang kemampuan pemainnya rata – rata dibawah para pemain Brasil bisa membuat Brasil tertunduk lesu dengan kekalahan 3-0 dengan dua gol diborong oleh kepala Zidane, ini adalah awal kita akan melihat keajaiban Zidane di lapangan sepakbola karena setelah itu Zidane benar – benar membuat para penikmat sepakbola menjadi sangat ingin menanti setiap kejutan yang dibuatnya.

  • Ricardo Kaka

Ricardo kaka manchester united

Ricardo Kaka bukan apa – apa ketika belum bergabung dengan AC Milan, walaupun dia sudah diikutkan di jajaran pemain timnas Brasil ketika menjuarai Piala dunia 2002 tapi Kaka masih merupakan anak bawang di tim. AC Milan jeli melihat bakat “wonder boy” ini, tahun 2003 Kaka bergabung dengan AC Milan dan tak disangka Carlo Ancelotti memberikan kesempatan yang besar kepada seorang anak muda untuk bermain daripada menurunkan pemain senior seperti Rivaldo ataupun Rui Costa, Kaka pun membayar lunas kepercayaan itu dengan berhasil meraih tropi Serie-A di musim pertamanya, tak bisa dipungkiri Kaka adalah tipikal playmaker modern dalam taktik sepakbola masa kini.

Musim 2006 – 2007 mungkin musim yang akan selalu dikenang Kaka sepanjang hidupnya, setelah AC Milan melepas Shevchenko di awal musim, tak ayal Don Carlo harus “memaksa” Kaka menjadi focal point di tim AC Milan, insting Don Carlo tidak salah, dan Don Carlo tak tanggung – tanggung mengeksploitasi potensi Kaka, di musim tersebut bahkan Kaka menjadi top skor Liga Champion dengan torehan 10 gol, dan setiap golnya adalah gol – gol super krusial yang membawa AC Milan terus melaju hingga final dan berakhir menjadi juara Liga Champion yang ketujuh kalinya, bahkan kubu AC Milan memberikan apresiasi besar kepada Kaka dengan menyebut Piala Liga Champion 2006 – 2007 adalah milik Kaka.

  • Diego Maradona

Maradona maldini napoli ac milan

Semua orang tahu Maradona sama seperti semua orang mengenal Messi walaupun cuma tahu namanya, ulah dan tingkah polahnya di dalam dan diluar lapangan membuat Maradona menjadi bahan pembicaraan yang menarik untuk diperbincangkan. Maradona terlahir dengan bakat sepakbola hebat, sama seperti Messi, dia juga pernah punya karir bagus di Barcelona walaupun tidak sementereng karir Messi.

Di musim 1986 – 1987 & 1989 – 1990 Maradona menapaki puncak karirnya di Napoli, di klub yang notabene bukan apa apa di Serie-A tersebut Maradona adalah “pesulap” hebat, sendirian dia membawa klub kecil tersebut meraih scudetto dan menjadikan Napoli sebagai klub yang sangat diperhitungkan. di level timnas pengaruh Maradona juga tak kalah “sangar” di turnamen Piala Dunia 1986 Maradona adalah bintang utama yang membawa Argentina merengkuh gelar juara dunia.