dari celoteh Bang Iwan ..

Kawanku punya teman temannya punya kawan

Mahasiswa terakhir fakultas dodol

Lagaknya bak professor pemikir jempolan

Selintas seperti sibuk mencari bahan skripsi

Kacamata tebal maklum kutu buku

Ngoceh paling jago banyak baca Kho Ping Hoo

Bercerita temanku tentang kawan temannya

Nyatanya skripsi beli oh di sana …..

Buat apa susah susah bikin skripsi sendiri

Sebab ijazah bagai lampu kristal yang mewah

Ada di ruang tamu hiasan lambang gengsi

Tinggal membeli tenang sajalah…

Saat wisuda datang

Dia tersenyum tenang

Tak nampak dosa di pundaknya

Sarjana begini

Banyakkah di negeri ini

Tiada bedanya dengan roti

Menangis orang tua

Lihat anaknya bangga

Lahirlah sudah si jantung bangsa

Aku hanya terdiam

Sambil kencing diam diam

Dengar kisah temanku punya kawan


"sarjana skripsi beli"

sungguh menakjubkan apa yang ditulis Bang Iwan Fals dalam lirik lagu yang berjudul “Teman Kawanku Punya Teman“, dia menyindir dan menyentil fenomena sosial tentang perdagangan skripsi bagi mahasiswa semester akhir yang ingin segera lulus. Kebanyakan mahasiswa seperti ini hanya punya motivasi kuliah dan cepat kerja, padahal hakikat dari seorang sarjana adalah pilar pilar bangsa, mereka tidak lulus hanya untuk melulu dipekerjakan di kantor, pabrik atau perusahaan tapi sarjana juga seorang ilmuwan, pengamat, entrepreneur mandiri dan juga pengayom masyarakat.

Sarjana tidak lulus hanya untuk menambah daftar pengangguran di negara ini, mereka juga dituntut menciptakan lapangan kerja yang mampu menopang kestabilan ekonomi negara kelak, jika tidak jadi ilmuwan yang sanggup menciptakan penemuan yang berguna bagi manusia, mereka harus jadi pengamat yang bisa mengarahkan masyarakat ke jalur yang benar atau ciptakan lapangan kerja, itulah tugas Sarjana.