Dari celoteh Iwan Fals :

Langkahmu cepat seperti terburu

Berlomba dengan waktu

Apa yang kau cari belumkah kau dapati

Diangkuh gedung gedung tinggi

Riuh pesta pora sahabat sejati

Yang hampir selalu saja ada

Isyaratkan enyahlah pribadi

Lari kota Jakarta lupa kaki yang luka

Mengejek langkah kura kura

Ingin sesuatu tak ingat bebanmu

Atau itu ulahmu kota

Ramaikan mimpi indah penghuni

 

Jangan kau paksakan untuk berlari

Angkuhmu tak peduli

Luka di kaki

Jangan kau paksakan untuk tetap terus berlari

Bila luka di kaki belum terobati

Berkacalah Jakarta

 

Lari kota Jakarta lupa kaki yang luka

Mengejek langkah kura kura

Ingin sesuatu tak ingat bebanmu

Atau itu ulahmu kota

Ramaikan mimpi indah penghuni

Jangan kau paksakan untuk berlari

Angkuhmu tak peduli

Luka di kaki

 

Jangan kau paksakan untuk tetap terus berlari

Bila luka di kaki belum terobati

Berkacalah Jakarta

 

"jakarta"

Bahkan seorang Iwan Fals menciptakan lagu ini di tahun 1984 untuk menyadarkan kota Jakarta yang kala itu semakin gencar membangun tanpa memperhatikan “kesalahan-kesalahan” kota yang masih belum bisa diselesaikan, kini Jakarta sudah menjadi metropolitan bahkan hampir mencapai status megalopolitan tapi Jakarta masih meninggalkan “jejak sampah” yang belum dibersihkan sedari dulu.