Awalnya saya tertarik memainkan game Assasins Creed karena latar belakang ceritanya ada di Palestina tepatnya di sekitaran Jerusalem, Acre dan Damaskus. Game ini penuh  dengan banyak latar belakang historis yang kebetulan adalah kesukaan saya, kini saya malah tertarik untuk memainkan seri Assassins Creed berikutnya setelah melihat sejarah siapa sebenarnya Assassins ini.

Assasins Creed

Hassasin (juga disebut Hashishin, Hashashiyyin, Hashshashin atau Assassin) adalah cabang dari Islam Syi’ah Ismā’īlī. Mereka mendirikan beberapa pemukiman di Iran, Irak, Suriah dan Lebanon dibawah pemimpin Hasan-i Sabbah (yang kemudian nama ini dilafalkan menjadi Assassin di lidah orang barat). Mereka mengirim orang yang berdedikasi untuk membunuh pemimpin penting Sunni, yang dianggap mereka sebagai “perebut tahta tak beriman” Sekte ini dihancurkan oleh bangsa Mongol. Benteng terakhir mereka di kota ALAMUT dihancurkan oleh Hülegü Khan tahun 1272.

Bani Hasashin juga sempat muncul dalam cerita “Prince of Persia”, jadi bisa dibilang Bani Hasashin ini merupakan komunitas penting dan disegani di Dunia waktu itu. jika bermain di game Assassins Creed semua target si Assassins ini ada 10 orang termasuk Al Mualim (gurunya sendiri). mereka semua adalah tokoh nyata yang benar – benar mati terbunuh walaupun belum bisa dipastikan mereka terbunuh oleh si Assassins.

Bani Hasashin tidak hanya membunuh para pemimpin Islam Sunni tapi mereka juga bisa disewa oleh kelompok lain, semisal ada rumor kalau Richard “The Lion Heart” menyewa Hasashin untuk melenyapkan nyawa Conrad de Montferrat pada tahun 1192. selain itu meeka juga ditugaskan untuk membunuh para pemimpin Illuminati serta semua kelompok yang mengancam keberadaan Bani Hasashin.

Bagaimana, apakah anda sudah memainkan game ini? Pasti menarik bukan walaupun mungkin terkesan jenuh bila melihat misi yang harus dilakukan di tiap kota, terlepas dari itu game Assassins Creed beserta cerita dan sejarahnya adalah yang terbaik menurut saya.