Beberapa tahun belakangan ini kota Jogjakarta menunjukkan sebuah kemajuan yang sangat pesat di bebagai sektor baik itu ekonomi, pariwisata dan budaya. Dari berbagai sektor tersebut yang menunjukkan potensi paling menjanjikan adalah sektor pariwisata tapi sepertinya ada satu sektor yang akan mengalami degradasi paling tajam yaitu sektor budaya.

Dunia Malam

Seperti kita tahu bahwa budaya adalah sebuah identitas bagi suatu bangsa dan negara. sekiranya patut bagi kita para generasi penerus bangsa ini untuk tetap mempertahankan kebudayaan di indonesia ini. Seperti halnya Jogjakarta yang notabene kental dengan budaya Jawanya yang ramah tamah dan punya sopan santun yang tinggi. nampaknya kedua sifat itu kini mulai memudar di era Jogjakarta modern ini seiring dengan banyaknya budaya asing yang berintegrasi ke Jogjakarta ini.

Salah satu yang menarik adalah makin maraknya klab malam yang berdiri di Jogjakarta, sejujurnya saya masih belum bisa memahami betul apa faedah dari mengunjungi sebuah klab malam itu selain hanya untuk bersenang senag melepas kepenatan aktifitas seharian tapi mengapa aksi melepaskan kepenatan tersebut justru dilakukan di malam hari dimana itu adalah jam biologis manusia yang seharusnya digunakan untuk tidur menyongsong hari esok.

Kebanyakan pengunjung klab malam adalah kaum muda mudi yang rata rata masih mahasiswa, di dalam klab malam itu biasanya mereka hanya melakukan kesenangan, ada yang berdansa mengikuti beat beat yang dikreasi sang DJ atau sekedar minum dari yang namanya minuman ringan sampai minuman beralkohol.

Jadi bisa dibilang tujuan utama bagi mereka yang menghabiskan malamnya di sebuah klab hanyalah murni untuk bersenang senang dengan segala cara. kadang mereka mulai menghabiskan malam sejak tengah malam hingga fajar menyingsing, bahkan ada pula yang keluar dari klab dalam keadaan mabuk. mereka hampir tidak menghiraukan etika yang berlaku. Sampai menjadi hal yang biasa dilihat terkadang ada seorang wanita dipapah keluar oleh beberapa lelaki padahal mungkin saja mereka semua dalam keadaan mabuk.

Pada hakekatnya malam hari adalah waktu tidur bagi manusia bahkan untuk kalangan muslim dianjurkan untuk selalu berjaga di malam hari dalam artian bangun untuk menunaikan shalat tahajjud dan shalat subuh. ironis bila kita melihat gencarnya budaya asing seperti ini merasuki sistim kearifan lokal setempat. Harusnya generasi penerus bangsa dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, begitu juga dengan kasus masuknya budaya asing mereka harus bisa memperhitungkan nilai nilai apa yang akan diambil bila mereka menerimanya.