Di Indonesia ada banyak kota besar tapi ada juga yang layak disebut kota nyasar. di Pulau Jawa banyak terdapat kurang lebih setidaknya 8 kota yang laik sebut dan kesemuanya merupakan ibukota propinsi. Tiap kota pun memiliki perbedaan yang signifikan tergantung letak geografis dan pengaruh demografis.

Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Solo, Cirebon, Malang dan Surabaya kesemuanya memiliki isi dan karakter sendiri. Metropolis seperti Jakarta dan Surabaya pun punya perbedaan. Kota kota yang punya nilai sejarah tinggi seperti Jogjakarta dan Solo adalah contoh kota besar yang terbukti mampu mempertahankan kearifan lokal yang telah lama eksis walaupun nyatanya kini kedua kota itu sudah mulai diinjak oleh kemajuan modernisasi.

Jogjakarta

Jogjakarta

Bandung dan Jakarta lain lagi, Jakarta sebagai ibukota negara merupakan pintu masuk datangnya modernisasi dari budaya luar yang makin lama makin menggilas karakter bangsa ini sendiri tentunya perlu diperhatikan lebih intens agar pengaruh asing tidak mudah masuk ke dalam setiap pikiran masyarakat, sedangkan kota yang lain bisa dikatakan sedang berkembang menjadi kota yang mengedepankan aspek modernisasi daripada aspek tradisi dan budaya bila para penerusnya tak mampu menahan arus deras ‘penjajahan‘ ini.

Surabaya

Surabaya

Tak banyak yang mampu kita lakukan bila kita hanya menerima dan tidak mau mempelajari karakter bangsa sendiri, faktor globalisasi dan kemajuan nampaknya masih menjadi alasan utama generasi muda untuk terus maju tanpa memperhatikan efek negatif akan kehilangan nilai bangsa ini.

Setidaknya kita mesti tahu apa itu Indonesia, apa itu Nusantara dan apa isi dari keduanya. wawasan nusantara yang pernah kita pelajari sewaktu penataran di sekolah dulu nampaknya kini sudah mulai dilupakan. jangan sampai bangsa ini nantinya hanya mempunyai kota kota yang nyasar akan segala hal.

Jakarta

Jakarta

Oke itulah tadi sekedar ke “sok tahu” an seorang blogger, semoga bisa dianalisa dan dimaki.